Tampilkan postingan dengan label Resep. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Resep. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 04 Maret 2017

Dulu, waktu masih kecil, mamah selalu membuat kue bugis salah satu jenis makanan manis favorit di rumah. Kue bugis dari ketan hitam dengan isian parutan kelapa yang manis. Favorit banget rasanya, apalagi kalau ditemani dengan air hangat, ah nikmat banget. Hampir semua kue tradisional saya suka termasuk kue bugis. Sekarang, kue bugis diramu dengan resep yang lebih enak. Jika dulu saya sering mengonsumsi kue bugis dari ketan hitam, kini makanan manis kue bugis tampil lebih cantik, putih dan hijau, rasanya bikin nyandu. Vla santannya terasa sangat gurih, cita rasa semakin menggoda kala tercium aroma pandan dari tepung ketan si hijaunya. Saya sering membelinya di toko kue khusus jualan kue-kue tradisional. Berawal dari nyicip-nyicip, akhirnya bikin sendiri jenis makanan manis ini, lebih puas karena hasilnya jauh lebih banyak dan yang pasti lebih hemat.


alt kue bugis dapurnulekker

Bahan:
250 gr tepung ketan
1 sdt garam
100 ml air daun pandan
100 ml santan kental hangat
2 sdt pasta pandan
2 sdm minyak
daun pisang untuk membungkus secukupnya

Bahan Isi:
75 ml air
100 gr gula merah
50 gr gula pasir
1 lbr daun jeruk
1 lbr daun pandan
2 sdt garam
200 gr kelapa setengah tua, kupas dan parut memanjang
2 sdm tepung ketan

Bahan Vla Santan:
250 ml santan kental
2 sdt garam
1 sdm tepung beras
1 lembar daun pandan

Cara Membuat:

  1. Isi kue bugis: Masak air, gula merah, gula pasir, daun jeruk, daun pandan dan garam dengan api sedang hingga mendidih dan gula larut. Masukkan parutan kelapa, aduk rata. Tambahkan tepung ketan, masak hingga adonan menjadi pekat dan air habis. Angkat dan dinginkan.
  2. Vla santan: Siapkan panci, masukkan semua bahan vla dan aduk hingga rata. Masak vla dengan api kecil sambil diaduk-aduk hingga kental dan muncul letupan-letupan. Angkat dan dinginkan. Gunakan panci yang berkualitas bagus agar hasilnya bisa maksimal. Panci yang biasa tim dapurnulekker gunakan, bisa Ibu-ibu beli di sini.
  3. Adonan kue: Ambil  air pandan sebanyak 100 ml, tambahkan santan hangat, pasta pandan dan minyak, aduk hingga rata.
  4. Siapkan mangkuk, masukkan tepung ketan dan garam, aduk rata. Tuangkan sedikit demi sedikit campuran air pandan dan santan sambil adonan diuleni hingga kalis. Ambil setengah sendok makan adonan, bulatkan lalu pipihkan. Beri isi.  Bulatkan kembali. Kukus bola-bola adonan selama 20 menit hingga matang. Angkat.
  5. Siapkan daun pisang atau plastic bening, tuangkan 1 sendok makan adonan vla, letakkan sebuah bola adonan. Tutup bola adonan dengan sedikit vla. Bungkus kue seperti ketika hendak membuat bothok lalu semat rapat. Kukus selama 15 menit. Angkat dan kue siap disajikan.

Kamis, 17 November 2016

alt ubi ungu goreng ala sasa
Sebagai salah satu penggemar ubi, selain dikukus, sedap juga jika digoreng. Digoreng dengan adonan terigu khusus buat pisang goreng sedap rasanya. Ngomong-ngomong tentang ubi, saya jadi teringat ketika beberapa waktu lalu ketika mereview martabak terkenal di Bandung bareng Pak Bondan Winarno, beliau ini penggemar ubi. Bagi sebagian masyarakat, ubi memang dianggap sebagai makanan kampung, tapi tahukah Anda, menurut Pak Bondan, ubi itu salah satu pengganti karbohidrat terbaik karena mengandung serat yang tinggi. Jangan mengupas kulit ubinya jika hendak dimakan, karena kandungan nutrisi tertinggi pada ubi terletak pada kulitnya.

Ubi, harganya memang murah meriah. Saya beli ubi ungu sekilo cuma Rp.7000,- Buibu, kalau di rumah punya stok ubi ungu suka dibikin apa? Kalau saya selain diolah menjadi candil, ubi ungu suka digoreng dengan balutan tepung, mirip dengan adonan tepung pisang goreng. Nggak perlu waktu lama buat cemilan ubi goreng, apalagi sekarang di pasaran ada premix tepung pisang goreng, tinggal tambahkan air, aduk-aduk, cemplungin deh pisang atau ubi, terus goreng, udah cukup.

Walaupun makanan yang dikukus itu memang lebih baik daripada yang digoreng, tapi tetap aja ya yang digoreng itu lebih sedap, hihihi. Ah, disiasati aja, tetap gunakan minyak sekali pakai, iya nggak? #keukeuh.

Bahan:
  • 250 gram tepung Sasa khusus Pisang
  • 150 ml air atau secukupnya
  • 3 buah ubi ungu, potong-potong sesuai selera, rendam dengan air putih
  • 50 gram keju parut untuk taburan
  • Saus santan:
  • 1 bungkus santan 23 gram
  • 70 ml air
  • ½ sdt tepung maizena, larutkan dengan sedikit air
  • 1 ½ sdm gula pasir
Cara membuat:
  • Dalam sebuah wadah, masukkan tepung Sasa khusus Pisang, tambahkan air, aduk rata hingga mencapai kekentalan yang diinginkan.
  • Masukkan potongan ubi ungu pada adonan tepung tadi. Goreng ubi ungu hingga tepungnya berwarna kecoklatan.
  • Saus santan; Rebus air, tambahkan santan Sasa bubuk, gula pasir, aduk-aduk sampai mendidih, tambahkan tepung maizena sesaat sebelum diangkat.
  • Sajikan ubi ungu goreng bersama saus santan dan parutan keju.

Selasa, 04 Oktober 2016

alt Pepes ikan mas

Setiap minggu, bapak mertua selalu mancing ikan di pemancingan daerah Cimahi. Beliau memang hobinya mancing. Sejak pensiun dari Badan Usaha Milik Negara dan menetap di Cimahi, waktunya lebih banyak diisi dengan mengurus burung-burung kesayangan yang jumlahnya puluhan. “Obat bosen,” katanya pada suatu hari. Selain hobi memelihara burung, memancing adalah obat mujarab untuk mengisi kekosongan waktu. Katanya, berlama-lama di pemancingan kemudian melihat kail bergerak-gerak, begitu diangkat ada ikan yang nyangkut tertangkap, bahagianya itu sangat luar biasa. Happy banget. Setiap pulang mancing senyumnya selalu merekah bahagia sambil menenteng keresek hitam berisi ikan-ikan mas yang masih hidup. Kadang dapat banyak, kadang sedikit, nah kalau pas dapat banyak, mantunya pasti kebagian beberapa ekor ikan mas, alhamdulillah, rejeki.

Salah satu olahan ikan mas yang tak asing adalah pepes ikan mas. Bukan kuliner dari Jawa Barat jika tidak ada pepes ikan mas. Bumbunya yang meresap selama proses pengukusan, bisa diiris, diulek, dihaluskan dengan blender, semua sama lezatnya. Berikut ini resep pepes ikan mas andalan keluarga saya, selamat mencoba, ya. Anda juga bisa lihat pada video di bawah, proses bagaimana cara membungkus pepes ikan mas.

Bahan:
  • 2 ekor ikan emas berukuran sedang
  • 4 sdm air jeruk nipis
  • ½ sdt garam
  • 4 lembar daun pisang (secukupnya)
  • 200 gr daun kemangi
  • 4 batang daun bawang, iris tipis
  • 6 lembar daun salam
  • 4 batang serai, geprek
  • 4 sdm minyak goreng

Bumbu halus:
  • 10 cm kunyit
  • 10 buah cabe keriting
  • 4 cm jahe
  • 7 siung bawang putih
  • 14 siung bawang merah
  • 6 butir kemiri
  • 1 sdm garam
  • 1 sdt gula pasir

Cara membuat:
  • Bersihkan ikan dari sisiknya, buang isi perutnya, cuci dengan air mengalir, sisihkan.
  • Supaya ikan nggak bau anyir, lumuri seluruh bagian ikan dengan jeruk nipis dan garam, diamkan selama 30 menit, lalu cuci kembali hingga bersih.
  • Tumis bumbu halus dengan serai yang telah digeprek sampai tercium harum, angkat, sisihkan.
  • Siapkan daun pisang, lap terlebih dahulu dengan kain bersih.
  • Letakkan daun bawang dan daun kemangi di atas daun pisang.
  • Tambahkan bumbu yang telah ditumis di atas daun kemangi.
  • Ambil satu ekor ikan, oles seluruh permukaan badan ikan dengan bumbu hingga tertutup.
  • Masukkan daun kemangi dan bumbu ke dalam perut ikan.
  • Letakkan ikan di atas tumpukan daun kemangi dan daun bawang tadi, tambahkan kembali daun bawang dan daun kemangi secukupnya. Jika suka bisa ditambahkan cabe rawit sesuai selera.
  • Lipat daun pisang, sematkan dengan tusuk gigi.
  • Kemudian kukus selama + 1 jam kalau menggunakan panci presto, kalau panci biasa sekitar +3 jam-an, angkat.
  • Saat akan disajikan, bakar pepes di atas grill atau wajan datar sampai tercium harum daunnya yang terbakar. Tetapi jika tak dibakar pun, hanya dikukus, pepes ikan mas tetap lezat untuk disantap.

Sabtu, 01 Oktober 2016

alt Header Ikan Nila

Suka bingung nggak pas mau membersihkan ikan gimana? Atau malah males ya, hehe. Pun saya, saya termasuk orang yang enggan membersihkan ikan, berasa ribet dan lumayan memakan waktu yang tidak sebentar. Kalau males sedang melanda, jika membeli ikan di pasar, biasanya saya suka minta pedagangnya yang menguliti sisik-sisiknya biar begitu nyampe rumah cukup membersihkan ikan dengan cepat. Si pedagang suka dikasih tip buat upah membersihkan ikan, ya sebagai rasa terima kasihlah ya, hehe. Kalau membeli ikan di supermarket besar, biasanya kita juga bisa meminta tolong agar ikan dibersihkan terlebih dahulu setelah ditimbang.

Bagaimana cara membersihkan ikan dengan benar agar ikan siap diolah jadi masakan super lezat? Yang harus dibersihkan dari ikan di antaranya sisiknya, sirip, ekor, isi perut, dan insangnya. Ada beberapa tips yang bisa dilakukan untuk mempermudah pengerjaan ini. 
  • Biar badan ikan nggak gerak-gerak karena licin, kita bisa menggunakan talenan untuk menahan ikan agar nggak lepas ketika dibersihkan.  
  • Raba sisik ikan, keras atau tidak. Jika berasa keras, agar sisik lunak, sebelum dibersihkan, rendam terlebih dahulu dengan air panas lalu tambahkan 2 sendok makan air jeruk nipis.
  • Bersihkan sisik ikan dengan cara tangan kiri memegang kepala ikan, tangan kanan memegang pisau, gerakkan pisau dari arah kanan ke kiri sampai seluruh sisik terlepas. Balikkan badan ikan, lakukan hal yang sama seperti tadi, sampai seluruh sisiknya terlepas.
  • Pegang perut ikan oleh tangan kiri, sementara tangan kanan memegang pisau. Letakkan ujung pisau degan posisi agak miring tepat di bagian bawah kepala ikan, tekan pelan-pelan ke bagian perut.
  • Ketika membersihkan ikan, jangan lupa membuang insangnya ya, tapi hati-hati dengan kantung empedu ikannya supaya tidak pecah, soalnya kalau sampai pecah ikan akan terasa pahit. 

Di antara jenis ikan, saya suka masak ikan nila, durinya yang tidak terlalu banyak, dagingnya yang cukup tebal selalu disajikan dengan digoreng garing, tinggal cocol sambel terasi udah enak. Ketika menggoreng ikan, pastika seluruh badan ikan terendam minyak ya, gunakan juga api besar agar tekstur ikan gorengnya renyah. Tapi, biar nggak bosen bin jenuh, berikut ini beberapa resep olahan ikan nila yang super lezat, endeuus deh, selamat mencoba ya…
1. Nila Goreng Bumbu Jahe

alt Nila Goreng Bumbu Jahe

Bahan:
  • 1 ekor ikan nila berukuran sedang, buang sisik dan isi perutnya, lalu cuci bersih
  • ½ sdt garam
  • ¼ sdt penyedap rasa (jika suka)
  • 500 gr minyak goreng

Bumbu halus:
  • 4 cm jahe
  • 3 siung bawang putih
  • 2 cm kunyit
  • 2 cm lengkuas
  • ¼ sdt merica bubuk

Cara membuat:
  • Lumuri seluruh bagian ikan dengan garam dan penyedap rasa, masukkan bumbu yang sudah di haluskan, lalu rendam ikan dalam bumbu selama + 10 menit.
  • Panaskan minyak, lalu goreng ikan sampai kuning kecokelatan, angkat, tiriskan.
  • Tata di dalam piring. Sajikan.


2. Nila Bakar Saus Kacang

alt Nila Bakar Saus Kacang

Bahan:
  • 1 ekor ikan nila berukuran sedang, buang sisik dan isi perutnya, lalu cuci bersih
  • 500 gr minyak goreng
  • ¼ sdt garam
  • 3 sdm air perasan jeruk lemon

Saus kacang:
  • 100 gr kacang tanah goreng (haluskan)
  • 200 ml air oanas matang
  • 2 sdm kecap manis
  • 1 sdm bawang putih goreng
  • 1 sdt air jeruk purut

Cara membuat:
  • Lumuri seluruh bagian ikan dengan garam, jeruk lemon, dan minyak goreng, diamkan selam + 15 menit
  • Bakar ikan nila sampai matang, hingga kedua sisinya matang, lalu oleskan campuran saus kacang, bakar kembali.
  • Tata diatas piring, sajikan.      


3. Nila Goreng Tepung

alt Nila Goreng Tepung

Bahan:
  • 200 gr fillet ikan nila, cuci bersih, potong kotak
  • 2 siung bawang putih halus
  • 400 gr minyak goreng
  • 1 butir telur
  • ½ sdt garam
  • ¼ sdt merica bubuk
  • 2 sdm tepung kanji/tepung tapioka
  • 300 gr tepung terigu

Saus mentimun:
  • 1 buah mentimun hijau (potong korek api)
  • 1 buah wortel
  • 1 siung bawang putih cincang
  • 1 sdm bawang bombay, iris memanjang
  • 50 gr saus cabai
  • 1 sdm gula pasir
  • ¼ sdt garam
  • ½ sdt cuka
  • 150 ml air
  • 1 sdm minyak goreng

Cara membuat:
  • Lumuri ikan filet nila, dengan bawang putih halus, garam, merica, dan telur, aduk rata, diamkan selama + 15 menit agar bumbu meresap.
  • Campurkan tepung kanji dan tepung terigu, lalu gulingkan filet ikan berbumbu ke dalam campuran tepung, remas-remas agar tepung menempel, lalu goreng sampai kekuningan, angkat, tiriskan lalu tata di atas piring.

Saus:
Panaskan wajan, masukan minyak, lalu tumis bawang putih dan bawang bombay sampai harum, lalu masukkan mentimun, wortel, cuka, saus gula, garam, dan air, masak sampai mengental, matang, lalu siramkan saus di atas ikan nila goreng tepung. Sajikan.

4. Nila Bakar Dabu-Dabu

alt Nila Goreng Tepung

Bahan:
  • 1 ekor ikan nila berukuran sedang, cuci bersih
  • ¼ sdt garam
  • 1 sdm minyak goreng
  • 2 sdm kecap manis

Sambal dabu-dabu:
  • 2 siung bawang merah, kupas, potong dadu
  • 1 buah tomat muda, potong dadu
  • 5 buah cabai rawit, iris tipis
  • 1 sdt minyak goreng
  • ¼ sdt garam
  • 1 sdm air jeruk lemon

Cara membuat:
Lumuri ikan nila dengan garam dan minyak, lalu bakar hingga ½ matang, lalu oleskan seluruh permukaan ikan dengan kecap manis, bakar kembali, hingga setiap sisinya matang.
Sambal dabu: Campurkan semua bahan, aduk rata, lalu hidangkan dengan ikan bakar.

5. Nila Goreng Terbang

alt Nila Goreng Terbang

Bahan:
  • 1 ekor ikan nila berukuran sedang, cuci bersih, lalu sayat dari bagian punggung hingga ekor.
  • ½ sdt garam
  • ¼ sdt penyedap rasa (jika suka)
  • 1 sdm bawang putih halus
  • 150 gr tepung terigu
  • 750 gr minyak goreng

Cara membuat:
  • Lumuri seluruh bagian ikan dengan garam, penyedap, dan bawang putih halus, diamkan selama  + 15 meni agar bumbu meresap
  • Gulingkan ke dalam tepung terigu, kemudian goreng dalam minyak panas, sampai kuning kecoklatan, angkat, tiriskan.         

Selasa, 27 September 2016


Beberapa minggu kemarin, sempat lihat ibu mertua sedang membuat bakwan, “Ini bakwan favorit karena dulu waktu Ibu gadis, ada penjual bakwan seperti ini di daerah Sukajadi Bandung, bakwannya enak banget, laku, banyak yang suka” selorohnya. Saya sendiri batu tahu sih, cara membuat bakwannya sendiri terbilang tradisional, menggunakan sendok sayur untuk mencetak bakwan bulatnya. Padahal sekarang sudah ada kan cetakan bakwan ya, hehe, “Ah, enakan bikin gini kaya penjualnya dulu, tradisional” kata ibu mertua. Tumisan sayuran sebagai bahan isian bakwan ini terdiri atas irisan wortel, buncis, dan labu siam yang ditumis dengan irisan bawang putih, bawang merah, dan daun bawang. Bumbunya cukup menambahkan garam dan gula pasir. “Selama tinggal di Palembang 30 tahun lebih suka kangen sama bakwan ini, suka bikin sendiri jadinya, ngga tau deh pedagang yang jualan dulu di Sukajadi masih ada atau ngga,” kata bumer.

Sendok sayur ini dipanaskan terlebih dahulu di minyak penggorengan, kata bumer sih ini biar memudahkan kita nanti mencetak bakwannya, nggak nempel. Setelah panas, tuangkan adonan terigu sedikit dulu, diputer-puter agar alas sendok sayur tertutup terigu, isikan tumisan sayuran, tuangkan lagi adonan terigu sampai menutupi tumisan sayuran, lalu goreng dalam minyak banyak sampai warnanya kecoklatan. Digoreng dalam minyak banyak karena agar bagian dalam adonannya matang, nggak mentah. Berikut ini tahapan membuat bakwan ala bumer.

alt tahapan membuat bakwan

Nah, bakwan yang biasa dibuat ibu mertua ini saya ikutin juga karena anak-anak menyukainya, bisa sebagai menu berbuka puasa juga. Rasanya memang manis dibandingkan bala-bala yang cenderung asin. Disajikan dengan saus kacang atau saus cuko lebih mantap. Kalau ala saya, bakwan ini saya cetak dengan alat cetakan pofferjes pan, lebih kecil bentuknya, sekali suap, hap, langsung abis. Suami lebih suka bakwan ukuran pofferjes ini dibanding yang berukuran besar. Kalau yang kecil nggak kerasa makannya, kalau yang gede, udah liat aja bawaannya berasa kenyang katanya.

Berhubung sekarang ada Tepung Sasa khusus Bakwan, saya gunakan tepung ini sebagai bahan dasarnya, lebih praktis, garing, dan rasanya enak. Tinggal tambahkan telur, serta menyiapkan bahan tumisan sayurannya. Anda bisa berkreasi sendiri untuk bahan sayurannya sesuai selera, bisa juga ditambahkan ayam atau daging cincang supaya rasanya lebih sedap. Berikut resep lengkapnya ya...

Bahan:
200 gram tepung Sasa khusus Bakwan
1 butir telur
150 ml air atau secukupnya
75 gram buncis
75 gram wortel
75 gram, jagung manis
75 gram labu siam
1 batang daun bawang
3 siung bawang putih
5 siung bawang merah
½ sdt garam
1 sdt gula pasir
2 sdm minyak sayur untuk menumis

Cara Membuat:
  • Potong-potong kecil buncis, wortel, jagung manis, dan labu siam, sisihkan. 
  • Iris tipis bawang putih, bawang merah, dan daun bawang, sisihkan.
  • Dalam sebuah wadah, masukkan tepung Sasa khusus Bakwan, air, telur, aduk rata.
  • Dalam sebuah wajan, tumis bawang putih, bawang merah, dan daun bawang dengan sedikit minyak, aduk rata sampai tercium harum.
  • Masukkan sayuran seperti wortel, buncis, labu siam, dan jagung manis, aduk rata. Jika hendak menambahkan daging atau ayam cincang, masukkan setelah menumis bawang tadi baru masukkan sayuran. Masukkan garam, gula pasir, aduk-aduk lagi. Masak hingga matang. Cicipi rasanya sebelum diangkat.
  • Panaskan cetakan pofferjes, jangan lupa semprotkan minyak sayur ke seluruh lubang cetakan agar adonan tidak menempel. Tuangkan satu sendok makan adonan terigu, masukan satu sendok teh tumisan sayur tadi, tutup kembali dengan satu sendok makan adonan terigu.
  • Setelah adonan setengah matang, pindahkan cetakan bakwan pofferjes ke wajan pengggorengan, goreng dalam tertutup minyak agar matang bagian dalamnya, goreng hingga kecoklatan. Angkat.
  • Bakwan mini pofferjes ini bisa disajikan dengan saus kacang/saus cuko/saus tomat/saus sambal/cabai rawit.
alt tahapan membuat bakwan pofferjes

Jumat, 23 September 2016

alt dapurnulekker

Apa yang ada di dalam benakmu ketika mendengar patin? Patin adalah salah seorang penyanyi mungil berhijab jebolan ajang bergengsi X-Factor? Eits, itu mah Fatin, bukan patin. Hehe, beda satu huruf ya, ‘P’ dan ‘F’. Tapi buat orang Sunda mah ‘F’ bisa jadi ‘P’, epektip (harusnya efektif), episien (harusnya efisien), apdol (harusnya afdol), pitri (harusnya Fitri) dan masih banyak lagi yang lainnya. Terlepas dari semuanya, Fatin dan Patin adalah dua hal yang sama-sama saya suka. Fatin, suaranya khas kalau nyanyiin lagu Bruno Mars, sementara Patin, adalah salah satu jenis ikan yang super enak. Cukup dibumbu kuning terus digoreng, ikan patin sudah sedap rasanya, apalagi kalau dimakan hangat-hangat, hmmmm endeus banget!

Dulu, waktu hamil anak pertama sekitar tahun 2008, saya masih kerja sebagai editor di MQS Publishing, kantornya di daerah komplek KPAD Geger Kalong. Di dekat kantor, ada warteg, biasa sih tempatnya, chefnya juga seorang ibu yang sudah lanjut usia, kami biasa memanggilnya ‘emak’. Semua masakan emak enak-enak, harganya itu loh, murah meriah. Nah, salah satu yang paling saya suka masakan emak adalah ikan patin gorengnya, saya setiap hari selalu pesen pengen digorengin ikan patin goreng, “Sok lah kanggo dede utun, ku emak pasti dimasakeun tiap hari sampai bosen,” kata emak suatu hari plus senyumnya yang khas. Ikan patin goreng buatan emak enak karena berasa nggak eneg pas makannya, anyirnya ilang, dan digoreng garing dengan bagian dalam daging ikan lembut. Duh, jadi kangen, masih ada nggak ya wartegnya emak sekarang?

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan ketika hendak membeli ikan patin. Jika mau mengolah ikan patin menjadi olahan pindang, pilihlah ikan patin yang masih hidup dengan ukuran sedang dan lemak perutnya tebal. Ikan yang masih hidup terasa lebih gurih dan manis. Setelah ikan patin disiangi, potong-potong secara melintang badan ikan dan biarkan lapisan lemak tebal di bagian perut sebak konon katanya lemak ini yang akan membuat pindang lebih gurih rasanya. Untuk bagian kepala, belah menjadi dua. Sebelum dimasak, perciki ikan patin dengan air jeruk nipis dan sedikit garam agar ikan tidak anyir. Diamkan beberapa saat, cuci lagi sekilas dengan air mengalir, barulah ikan siap dimasak. Berikut ini beberapa olahan ikan patin yang siap menjamu meja makan keluarga Anda. Cekidot!

1. Pepes Ikan Patin Pedas



Bahan:
  • 500 gr ikan patin, cuci bersih, lalu potong-potong
  • Garam secukupnya
  • 2 sdm air jeruk nipis
  • Daun pisang
Bumbu iris:
  • 8 buah cabai rawit merah
  • 10 buah tomat hijau, potong masing-masing jadi 8 bagian
  • 3 batang serai iris tipis
  • 3 lembar daun salam, potong jadi 2 bagian
  • 2 buah cabai merah, iris serong tipis
  • 3 buah cabai hijau, iris serong tipis
  • 4 cm lengkuas, iris tipis
  • 2 ikat daun kemangi, siangi
Bumbu halus:
  • 8 siung bawang merah
  • 4 siung bawang putih
  • 5 buah cabai merah
  • 2 cm kunyit
  • 2 cm jahe
  • 4 butir kemiri, sangrai
  • Garam secukupnya
Cara membuat:
  • Lumuri ikan dengan garam dan air jeruk nipis, diamkan selama 15 menit.
  • Campur bumbu halus dengan ikan patin, aduk sampai rata. Tambahkan bumbu iris, aduk sampai rata.
  • Ambil selembar daun pisang, taruh satu potong ikan patin, beri bumbu, bungkus bentuk lontong, semat atasnya dengan lidi.
  • Kukus ikan selama 30 menit, atau sampai ikan meresap ke dalam bumbu. Bakar pepes ikan patin sampai harum.

2. Sup Ikan Patin Tomat Hijau


Bahan:
  • 500 gr ikan patin
  • 1 liter air
  • 8 siung bawang merah, iris tipis
  • 4 siung bawang putih, iris tipis
  • 2 batang serai, memarkan
  • 5 lembar daun jeruk, buang tulang daunnya
  • 2 lembar daun salam
  • 1 ruas jahe, memarkan
  • 1 ruas kunyit, memarkan
  • 10 buah cabai rawit merah
  • Garam secukupnya
  • 1 sdt gula pasir 
  • 2 sdm air jeruk nipis
  • 6 buah tomat hijau
Cara membuat:
  • Cuci bersih ikan patin, potong menjadi 3 bagian, lalu lumuri dengan air jeruk nipis dan garam. Sisihkan.
  • Didihkan air, masukkan irisan bawang merah, bawang putih, jahe, kunyit, daun jeruk, daun salam, dan serai, masak sampai bumbu matang.
  • Masukkan ikan patin, beri garam, gula, cabai rawit, tomat hijau, dan air jeruk nipis. Masak sampai bumbu meresap
  • Sajikan hangat.

3. Patin Kuah Kuning


Bahan:
  • 250 gr ikan patin segar, cuci bersih, potong 2 bagian.
  • 1 sdm air jeruk nifis
  • 1 batang serai (memarkan)
  • ½ ruas jahe, memarkan
  • 1 lembar daun salam
  • 2 lembar daun jeruk
  • 350 ml santan encer
  • ½ sdt garam
  • ½ sdt gula pasir
  • 2 sdm minyak untuk menumis
Bahan Halus:
  • ½ ruas kunyit
  • 3 siung bawang putih
  • 2 siung bawang merah
  • 3 butir kemiri
  • ¼ sdt merica
  • Lumuri patin dengan jeruk nifis
Cara membuat:
  • Panaskan wajan, tuangkan minyak, lalu tumis bumbu halus. Masukkan serai, jahe, dan daun jeruk, tumis bumbu hingga harum, lalu masukkan garam dan gula, aduk rata.
  • Masukkan ikan dan santan, aduk rata. Masak sampai mendidih dan santan sedikit menyusut, angkat, tuangkan ke dalam mangkuk, sajikan

4. Pepes Patin Kemangi



Bahan:
  • 350 gr ikan patin segar, cuci bersih, potong 4 bagian
  • 1 sdt cuka masak
  • 1 batang serai (potong tipis)
  • 4 lembar daun pisang
  • 2 batang daun bawang (iris tipis)
  • 50 gr daun kemangi
  • 1 sdt garam
  • 1 sdm minyak sagu
  • 3 lembar daun salam
  • ½ sdt gula pasir          
Bumbu halus:
  • 5 buah cabai merah besar
  • ½ ruas jahe
  • 3 siung bawang merah
  • 4 siung bawang putih
  • 4 butir kemiri
Cara membuat:
  • Lumuri seluruh bagian ikan dengan cuka, diamkan selama 30 menit, lalu cuci kembali.
  • Campurkan bumbu halus dengan garam, gula dan minyak, aduk rata, lalu masukkan ikan, aduk kembali.
  • Siapkan daun pisang, masukkan ikan yang sudah di bumbui dengan serai, daun bawang, daun salam dan kemangi, lalu bungkus.
  • Kukus selama + 1 ½ jam, angkat dan bakar diatas bara api, sampai daun pisang agak sedikit terbakar, angkat, sajikan.

5. Pindang Patin



Bahan:
  • 250 gr ikan patin segar, cuci bersih
  • 400 ml air
  • Bumbu halus:
  • 3 siung bawang putih
  • 3 siung bawang merah
  • 4 buah cabai merah besar
Bumbu lainnya:
  • ½ ruas lengkuas, iris tipis
  • ½ ruas kunyit, iris tipis
  • ½ ruas jahe, iris tipis
  • 1 batang serai, memarkan
  • 5 buah cabai rawit
  • 1 buah tomat hijau, potong 4 bagian
  • 1 sdm air asam jawa
  • 2 lembar daun salam
  • 1 sdm kecap manis
  • 1 ½ sdt garam
  • 1 sdt gula pasir
Cara membuat:
  • Masukkan air ke dalam panci, lalu masukkan bumbu halus, lengkuas, kunyit, jahe, dan serai. Masak sampai mendidih, lalu masukkan ikan patin dan sisa bumbu lainnya.
  • Masak dengan api kecil hingga ikan matang dan bumbu meresap
  • Angkat, sajikan dengan nasi hangat

6. Patin Asam Pedas



Bahan:
  • 500 gr ikan patin, potong-potong dan cuci bersih
  • 500 ml air
  • 1 sdm minyak untuk menumis
Bumbu:
  • 100 gr cabai merah keriting (haluskan)
  • 3 siung bawang puting (iris tipis)
  • 1 buah asam kandis
  • ½ ruas lengkuas, iris tipis
  • ½ ruas jahe, memarkan
  • 1 batang serai, memarkan
  • 2 lembar daun salam
  • 2 lembar daun jeruk
  • 1 sdt garam
  • 1 sdm gula pasir
  • ¼ sdt penyedap rasa
Cara membuat:
  • Panaskan minyak, tumis, cabai, bawang, lengkuas, jahe, serai, daun salam, dan daun jeruk. Tumis hingga harum, lalu masukkan air, aduk rata hingga mendidih
  • Masukkan ikan, garam, gula, dan asam kandis, masak dengan api kecil hingga ikan matang, angkat, sajikan

7. Nugget Ikan Patin



Bahan:
  • 200 gr fillet ikan patin, cuci bersih
  • 2 butir telur
  • ½ sdt garam
  • 50 gr tepung maizena
  • ¼ sdt gula pasir
  • 3 siung bawang putih
  • ¼ sdt merica bubuk
  • 4 butir putih telur
  • 200 gr tepung roti
  • 250 gr minyak untuk menggoreng
Cara membuat:
  • Siapkan food processor, kemudian masukkan fillet ikan patin, telur, bawang putih, garam, gula dan tepung maizena, proses sampai halus.
  • Tuangkan ke dalam loyang, kukus selama + 15 menit, angkat, lalu cetak dengan ring cutter bentuk apa saja sesuai selera.
  • Celupkan ke dalam putih telur, lalu gulingkan ke dalam tepung rot, ulangi hingga 3 kali, masukkan ke dalam frezer, biarkan mengeras, lalu goreng sampai kecokelatan.
IBX58BCE5AE39DDA

Apro Apparel

Image and video hosting by TinyPic

Blog Viva.co.id

Tim Dapurnulekker

Image and video hosting by TinyPic

Member of

Image and video hosting by TinyPic

Member of

Image and video hosting by TinyPic

Translate